Home » KAREBA SULTENG » Donggala » Lindungan Situs Bersejarah Melalui Perda

Lindungan Situs Bersejarah Melalui Perda

KAREBAPOST.COM, Donggala– Komunitas Donggala Heritage yang terdiri dari para seniman, pemerhati sejarah dan cagar budaya Kabupaten Donggala mendorong Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Donggala untuk melahirkan Peraturan Daerah (Perda) tentang perlindungan dan penyelematan cagar budaya yang ada di daerah tersebut.

Salah satu tokoh penggagas Komunitas Donggala Heritage, Tanwir Pettalolo kepada media ini mengatakan kalau tidak ada tindakan nyata pemerintah daerah untuk menyelamatkan berbagai peninggalan sejarah, artefak, dan cagar budaya yang ada di Donggala, maka dikuatirkan pada suatu waktu akan hilang semua jejak sejarah di kota tua itu “Sebaiknya memang ada upaya dari Dewan mengajukan Perda inisiatif penyelamatan cagar budaya yang ada di kota Donggala. Sebab apa yang selama ini diharapkan dari pemerintah agar ada penyelamatan, nyatanya belum ada realisasi,” kata Tanwir Pettalolo, Kamis (22/12/2016).

Perupa lulusan IKJ ini mengaku mendukung sepenuhnya lahirnya Perda inisiatif yang di inisiasi salah satu wakil ketua DPRD Donggala, Abd Rasyid. “Sebetulnya pihak Dewan Kesenian Donggala (DKD) bersama pemerhati sejarah Donggala sudah pernah menyampaikan pada pihak pemerintah melalui sebuah event Donggala Heritage yang dihadiri Kepala BAPPEDA, Ibrahim Drakel. Cuma saja realisasi dukungan tidak berlanjut dengan melakukan langkah penyelamatan berdasarkan Undang-Undang Cagar Budaya, karena itu apa yang dilakukan pihak Dewan merupakan langkah maju,” sebut Tanwir.

Sementara itu wakil ketua II DPRD Donggala Abd Rasyid mengatakan, dorongan dari berbagai pihak dapat menjadi harapan bersama untuk melahirkan sebuah regulasi bagi keberadaan cagar budaya dan sejarah yang ada di Donggala. “Perda inisiatif itu diharapkan dapat menjadi panduan untuk menyelamatkan sisa-sisa cagar budaya yang masih ada. Serta berdampak langsung pada pergerakan ekonomi masyarakat sekitar,” tutur Rasyid.

Saat ini di dalam kota Donggala ada banyak situs cagar budaya yang terancam rusak, namun tidak dalam perlindungan regulasi. Di antaranya bekas gudang PKKD (Pusat Koperasi Kopra Daerah) sudah menjadi milik perseorangan, rumah tua khas tradisional terancam rubuh, kuburan Belanda terlantar, kantor dagang terabaikan dan beberapa lainnya.**(SUMBER : MEDIASULTENG.com)

About admin

Check Also

Ramli Yusuf : Verifikasi Dan Sertifikasi Dapat Mengetahui Kualitas Benih

Karebapost.com, SIGI- Dinas Pertanian tanaman pangan dan holtikultura melalui UPTD Pengawasan dan Sertifikasi Benih, melakukan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *